Rabu, 14 Maret 2018

Kisah Sahabat Rasulullah yang Buta Nan Mulia



Ibnu Ummi Maktum memang buta sejak lahir. Penduduk kota Mekkah kala itu mengenal pribadinya sebagai orang yang ulet mencari rezeki dan belajar mengenai berbagai macam ilmu pengetahuan. Sebagai ganti penglihatannya, ia diberkahi daya ingat yang kuat, sehingga segala sesuatu yang ia dengar dari orang-orang akan ia ingat dalam waktu yang lama.

Pada suatu hari Rasulullah mengadakan pertemuan dengan Utbah bin Rabi’ah, saudara kandung Syaibah bin Rabi’ah, yaitu Amr bin Hisyam atau yang lebih dikenal dengan sebutan Abu Jahal dan Walid bin Mughirah atau ayah Khalid bin Walid. Di tengah pertemuan tersebut, Ibnu Ummi Maktum datang menghadap Nabi yang sedang bercengkerama dengan para pembesar Quraisy itu.
“Wahai Rasulullah, ajarkan padaku ayat yang diajarkan Allah kepadamu,” kata Ibnu Ummi Maktum.
Tetapi, kali ini Rasulullah justru memalingkan wajahnya dari sahabat yang buta itu. Allah lalu mengingatkan Rasullullah dengan turunnya surah Abasa sebanyak 16 ayat langsung.
“Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling karena telah datang seorang buta kepadanya. Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa). Atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya?”
“Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup maka kamu melayaninya. Padahal, tidak ada (celaan) atasmu kalau dia tidak membersihkan diri (beriman). Dan, adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera.”
“Sedang ia takut kepada (Allah) maka kamu mengabaikannya, sekali-kali jangan! Sesungguhnya ajaranajaran Tuhan itu adalah suatu peringatan. Maka, barangsiapa yang menghendaki, tentulah ia memerhatikannya…”

Hati Rasulullah segera mencekik. Nuraninya berontak. Rasulullah segera memohon ampun kepada Allah atas kesalahan yang telah ia perbuat kepada seorang manusia yang membutuhkan pentujuknya untuk mengenal Allah. Maka, bergegaslah Rasulullah menemui Ibnu Ummi Maktum dan memberikan pedoman hidup yang lurus kepadanya; Al-Quran. Dan setelahnya, Rasulullah amat memuliakan sahabatnya yang buta ini dengan menyapanya, “Selamat datang, wahai orang yang dititipkan Tuhanku untuk diperlakukan baik!” Sungguh mulia Ibnu Ummi Maktum di mata beliau.



33 komentar:

  1. wow, setelah membaca ini saya langsung tergerak :v

    BalasHapus
  2. Nice
    kunjungi ya guys
    https://arfandylco.blogspot.co.id/

    BalasHapus
  3. Memotivasi gan,ditunggu post selanjutnya

    BalasHapus
  4. mantab gan
    kunjungi
    http://jalankaki7langkah.co.id

    BalasHapus